Hot Books

Massage

Senin, 13 Februari 2012

Apakah itu Retensi?

Dalam dunia kontrak proyek konstruksi, istilah retensi digunakan dalam hal....

Retensi dalam dunia Konstruksi


Dalam dunia kontrak proyek konstruksi, istilah retensi digunakan sebagai pengganti jaminan/ garansi dari kontraktor kepada owner. Retensi biasanya bernilai 5% dari total kontrak. Oleh karena retensi adalah garansi, maka pembayaran tagihan dari kontraktor kepada owner setiap bulannya akan dipotong 5 %. Angka 5 % ini kemudian akan dibayarkan oleh owner kepada kontraktor biasanya (tergantung perjanjian) setelah 1 tahun ditanda tanganinya Berita Acara Serah Terima pertama. Selama retensi belum dibayarkan, kontraktor masih berkewajiban memelihara gedung/ bangunan yang dibangun dan memperbaiki jika terjadi defect atau cacat selama masa garansi tersebut.


Sumber: berbagai sumber
Redaksi: dmercy corporation

Silahkan memberikan komentar jika ada yang perlu dikoreksi atau ada yang perlu dilengkapi dalam artikel di atas. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi dmercy_community@yahoo.co.uk

Jika Anda merasa artikel di atas bermanfaat dan berguna untuk Anda, mohon meluangkan waktu untuk klik iklan di bawah ini atau klik iklan apa saja di dalam blog ini. Terima kasih.



12 komentar:

Purwaningtyas Widya Hapsari mengatakan...

Dear Pak Dudun,
Saya ingin bertanya, kapan baiknya kita pakai retensi, kapan baiknya pakai jaminan pelaksanaan? Terima kasih :)

dmercy mengatakan...

Dear Mbak Sari

dua duanya harus dipakai karena kedua hal itu berbeda fungsinya

Retensi digunakan untuk memastikan kontraktor bertanggung jawab selama masa pemeliharaan

Jaminan pelaksanaan digunakan untuk:
1. Tiket ikut tender (meminimalisir kontraktor yang ikut tender hanya untuk main main)
2. Memastikan kemampuan finansial kontraktor apakah mampu melaksanakan proyek tersebut sebelum progress payment dibayarkan

Anonim mengatakan...

kapan waktu pembayaran retensi yang paling tepat? Trims

dmercy mengatakan...

Pembayaran retensi dilakukan ketika semua tanggung jawab kontraktor telah selesai dikerjakan, biasanya dilaksanakan setelah berita acara serah terima kedua pekerjaan dilakukan (BAST II)

ody nomonov mengatakan...

pak untuk retensi bisa diberikan contohnya???
terimakasih

ody nomonov mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
dmercy mengatakan...

Retensi selalu dipotongkan kepada progress pembayaran kontraktor, jadi retensi adalah uang yang ditahan oleh owner untuk jaminan atau garansi pekerjaan yang telah dilakukan oleh kontraktor

dmercy mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
Anonim mengatakan...

Pak, apakah pemberlakuan retensi di dalam kontrak harus diikuti dengan penyebutan kondisi yang harus dipenuhi kontraktor terhadap owner untuk mendefinisikan objek yang digaransi? atau hal itu sudah secara otomatis ter-maksud di dalam istilah Retensi?

Anonim mengatakan...

BAGAIMANA SEKIRANYA PEKERJAAN TIDAK SAMPAI SELESAI (PUTUS KONTRAK)DIKARENAKAN KESALAHAN KONTRAKTOR,,APAKAH RETENSI BISA DI AMBIL ?

dmercy mengatakan...

Dear Pak Anonim..
menurut hemat saya, jika pekerjaan tidak selesai, maka retensi yang bisa diambil adalah senilai total progress. Misal pekerjaan baru selesai 70%, maka retensi yang berhak diterima kontraktor adalah 5% dikali 70%. Namun, itu semua tergantung hasil aanwijzing dan risalah klarifikasi pada awal sebelum proyek dimulai. Jika dalam dokumen tender tidak terdapat hal yang mengaturnya, bisa diajukan pihak ketiga seperti QS untuk memutuskan.

dmercy mengatakan...

Dear pak Anonim

dalam hal kontrak proyek konstruksi, menurut saya sudah secara otomatis retensi melekat pada tanggung jawab scope pekerjaan kontraktor. Jika Anda kontraktor ME, maka retensi dikenakan untuk paket ME. Jika Anda main kontraktor, maka seluruh pekerjaan hingga BAST ke 2 adalah tanggung jawab anda.

Feed me Please

Daftar Isi